/* Whatsapp css setting */ .tist{background:#35BA47; color:#fff; padding:2px 6px; border-radius:3px;} a.tist:hover{color:#fff !important;
Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Thursday, 26 November 2015

Skiing in Innsbruck



https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/53/Innsbruck_Panorama.jpg

Winter is finally here!

If you like winter sports, then Austria is a great country for you. There are a multitude of regions offering top notch quality ski resorts. One of these ski regions is around the city of Innsbruck. 

While there are many points of interest in the historic city itself too, let's focus today on the winter sports offerings surrounding it. Innsbruck’s Olympia Skiworld is comprised of nine different ski resorts offering avid skiiers and snowboarders plenty of space to indulge themselves. 

All nine resorts can be visited by using a single ski pass. Of course it’s not only experienced skiiers who can enjoy a holiday here, since there is a broad selection of skiing schools offering lessons for people of every experience level. Parents also don’t have to worry about losing sight of their children while skiing, as there are specialised ski schools for children and even ski-kindergartens that can look after children as young as two years old. 


As an example for the ski schools in the area you could look at the “Skischule Schaber” (http://www.skischule-schaber.at).  Located by the village of Obsteig just outside of Innsbruck, this school offers courses for adults and children. Adults can take part in group courses lasting for 2 hours each. For the first day of such a class you would pay 45€. If you decide to take classes on multiple days, then the rate per day becomes cheaper with 5 days costing a total of 125€. If you would rather have private lessons, then that is also possible at the school. Rates for a teacher for 1-2 people are 55€ an hour. For children there is an extra area which is created especially in order to safely teach them how to ski, while also offering fun activities. Snowboarding lessons are also offered at the same rates as ski lessons.

http://ramada-ibk.comdesign.net/media/umgebung/OEBB-Schibus_kl.jpg

Making skiing in Innsbruck even more comfortable is the so called Ski Bus (www.innsbruck-pauschalen.com/en/service/free-skibus.html). This bus connects several hotels in Innsbruck to the ski resorts and is available to be used free of charge with a guest card provided to you by the place of accommodation you are staying at. 

If you feel like taking a break from regular skiing and want to enjoy the winter landscapes with others, then you can always take part in a ski tour. There are many different routes to choose from with varying starting altitudes and lengths of the tour. Usually you should expect such a tour to last around three hours, but of course there are shorter paths for beginners and longer ones for those who really seek to challenge themselves.

Other activities you can do in the area include taking Bobsleigh rides down the Olympic track or if you are feeling especially adventurous, you can trade in the Bobsleigh and try out the more bizarre Wok Race created by TV host Stefan Raab.

Certainly also for the more adventurous individuals are the numerous ice climbing possibilities in the area:
Ice skating
Curling
Winter hike
Cross country
Night sports
Indoors
Horse drawn sleigh rides
Toboggan/rodeln

References:
 http://www.innsbruck.info/en/experience/winter-sports.html
http://www.ultimate-ski.com/ski-resorts/austria/tirol/innsbruck.aspx




Monday, 26 October 2015

Carla: belanja barang bekas yang bukan di Flohmarkt

By: Rasmi Silasari

Siapa sih yang nggak suka jalan-jalan ke Flohmarkt? Walaupun adanya cuma di saat-saat tertentu, penuh sesak, barang jualannya suka aneh-aneh, dan sebenernya nggak ada yang ingin dibeli juga, muter-muter lihat dagangan di Flohmarkt selalu ada daya tariknya tersendiri. Meskipun rencananya cuma lihat-lihat pasti ada aja yang tiba-tiba menarik: buku, baju, sepatu, mebel, mainan, atau paling engga jajanannya yang bisa dimakan sambil jalan-jalan seperti es krim atau Lángos. Tapi gimana dong kalau lagi perlu sesuatu banget dan sayang beli baru? *gaya banget bilang 'sayang', ngaku aja 'ga ada duit'* Cari di Flohmarkt yang lagi ada mungkin nggak nemu barangnya, cari di willhaben juga nggak ada yang pas, kira-kira di mana lagi ya tempat nyari barang bekas yang lumayan lengkap dan nggak kucing-kucingan waktu bukanya?? Ini jawabannya: Carla.

Flohmarkt di Naschmarkt yang selalu ada hari Sabtu dan selalu ajaib barang-barangnya (sumber)

Cantik banget ya namanya~ Carla ini adalah toko barang bekas, salah satu bagian dari usaha Caritas, yang barang dagangnya berasal dari sumbangan orang-orang yang bisa langsung dibawa sendiri ke salah satu pusat Carla atau minta diambil oleh pihak Carla dengan membayar ongkos angkut. Kalau kalian suka nemu kotak baju bekas punya Caritas di area tempat sampah khusus, ini adalah salah satu sumber barang dagangan Carla. Tapi nggak seperti Humana (yang juga punya kotak barang bekas sendiri) yang hanya jualan baju, tas, dan sepatu, di Carla apa aja ada. Apa aja. 'Apa aja'-nya apa aja toh? Semuanya, kecuali barang-barang ini yang mereka tidak terima untuk alasan tertentu.

Kotak baju bekas Caritas yang menarik hati karena warna-warni (sumber)

Di Wien pusat Carla ada dua: di pusat kota di distrik 5, dan di daerah utara di distrik 21. Ada juga Carla yang lebih kecil di daerah selatan di distrik 10 yang tidak menjual mebel dan peralatan elektronik berukuran besar. Barang-barang di Carla kondisinya beragam (tergantung hoki yang belanja) tapi untuk barang elektroniknya sudah dijamin berfungsi dengan baik (bahkan ada yang bergaransi), sedangkan mebelnya semua dalam kondisi layak. Yang pasti mainan anak-anaknya semuanya bikin kepingin (terutama boneka-bonekanya, beruang empuk yang enak dipeluk-peluk CUMA 5€ *kasus langka di mana duit cukup tapi tempat nyimpennya engga*), dan buku-bukunya bikin terharu karena cuma 0.50 - 2€ dan ADA BAHASA INGGRIS PULA. Sudahlah, biar nggak penasaran silakan disimak foto-foto berikut yang diambil di Carla distrik 5 yang terbagi dalam empat gudang besar dan luasnya mencapai 4000 m². 

Yang nggak tahu kalau ini toko barang bekas pasti ngira garasi dari depannya

Koleksi bajunya lumayan lengkap: mulai dari topi sampai sepatu, untuk cowok maupun cewek!

 Perlu matras doang? Ada! Cuma perlu Lattenrost-nya? Juga ada! Tempat tidur kemahalan, tidur di karpet? Ok juga!

 Ruang keluarga, ruang tamu, dapur, kantor; ruang apapun ada mebelnya di sini

 Barang elektroniknya bergaransi! Iya termasuk televisi yang jadul ituh

 Pilihan buku-bukunya banyak dan murah, mau cari CD yang besar (laser disk) atau kecil tinggal pilih

 Kalau bawa anak jangan kelewatan bagian Kinder yang ada area bermainnya juga!

 Kalau bosen pakai set alat makan atau panci+tutup yang seragam, silakan cari yang beda-beda

 
Semakin ke dalem barangnya semakin menarik: lampu gantung antik, alat-alat kantor, peralatan ski, bahkan ada piano juga!

Seru kan~ Bagi yang berminat, langsung aja samperin cabang-cabang Carla berikut:

carla mittersteig
Mittersteig 10
1050 Wien
Mo-Fr 09.00-18.00
Sa 09.00-13.00

carla nord
Steinheilgasse 3
1210 Wien
Mo-Fr 09.00-18.00
Sa 09.00-13.00

carla ankerbrotfabrik (lebih kecil)
Absberggasse 27 / Objekt 19
1100 Wien
Mo-Fr 10.00-18.00

Saturday, 27 June 2015

Berbuka Puasa yang Sederhana

Bagaimana ya cara berbuka puasa yang baik, benar, dan sehat?

Apalagi dengan kehidupan student yang sangat sibuk, kadang tidak ada waktu untuk cari-cari informasi seperti ini dan mungkin tidak ada waktu banyak untuk belanja juga, jadi terkadang sahur dan buka pun dengan makanan ala kadarnya (bukan curhat...)
 
Tapi memang hal ini perlu diperhatikan agar tetap sehat dan fit dan beraktivitas dengan baik. Simple kok.

Sebenarnya menu berbuka puasa, menurut saya, cukup yang sederhana saja. Walaupun tidak banyak variasi, yang penting kita mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. 

Dan yang pasti, untuk mencegah dehidrasi, harus minum banyak air putih pada saat sahur dan malam hari setelah berbuka puasa.

Pada saat berbuka puasa, sebaiknya diawali dengan mengonsumsi minuman yang hangat dan manis, seperti teh, air madu, dan kolak dan makanan manis seperti kurma. (Minuman yang bersoda dan air dingin sebaiknya dihindari karena akan meningkatnya kadar asam lambung.)

 Sebaiknya, setelah berbuka puasa dengan minuman hangat dan manis, tidak langsung mengonsumsi makanan yang berat. Menurut saya, minum teh manis dan makan kurma sudah cukup. Perut perlu istirahat untuk menjaga keseimbangan pada pencernaan kita beberapa menit sebelum menyantap menu-menu lainnya.

Berburu-buru makan juga tidak baik, karena lambung harus bekerja lebih keras. Kunyahlah makanan dengan baik agar meringankan kerja pencernaan.

Hal utama yang menurut saya penting adalah sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan atau ayam. Jika tidak sempat makan buah karena telat bangun untuk sahur (hehe..), bisa juga mengonsumsi suplemen vitamin C yang dapat di beli di Apotheke sekitar. 

Tapi entah kenapa ya saya selalu tergoda dengan chips dan gorengan ketimbang buah-buahan dan sayuran. (it is only me?) Ternyata pengontrolan diri tidak hanya pada saat puasa, tapi juga setelah puasa, yaitu mengontrol diri untuk makan makanan yang sehat ketimbang yang enak tapi tidak sehat, hehe.



Friday, 24 April 2015

Vienna Marathon 2015





by Rafika Nurulhuda

Olahraga apa yang paling murah?

Lari.
Ya udah. Itu saja yang saya ingin katakan. (penulisnya lagi ngantuk berat.)

Ya, lari, atau mungkin bahasanya kerennya "jogging". Entah apa yang dikejar di depan sana.
Kata adik saya lari itu kurang seru karena seperti "ngejar sesuatu tapi gak dapet dapet."

Ya, mungkin. Tapi, lari itu manfaatnya banyak. Kita tanya saja Ulfah Nurzannah yang ikut berpartisipasi dalam Vienna Marathon 2015. Sudah 32 kali event ini diadakan dan sekitar 40,000 orang ikut berpartisipasi, dari 120 negara, diantaranya Indonesia.




(Penulis sedang membayangkan, alangkah indahnya jika di Indonesia juga bisa diadakan event seperti ini... jadi lebih fit, lebih produktif, meningkatkan kebersamaan.. tapi tambah banyak juga deh sampah dimana-mana... setiap acara publik di Indonesia pasti tambah banyak sampah dimana-mana, ya gak sih?)

Yuk, kita tanya Ulfah soal pengalamannya marathon pada 12 April kemarin.

1.  Di Vienna Marathon 2015, ikut berpartisipasi berapa kilometer?

"Aku ikut berpartisipasi untuk 21,097 km yang disebut Halb Marathon atau Half Marathon dari total keseluruhan 42 km."

2. Lokasi marathon tepatnya dimana dan half marathon itu dimana saja?

"Jadi Vienna City Marathon mempunyai 5 program: a) Coca Cola Run 2 km untuk anak-anak 6-10 tahun, b) Coca Cola Run 4 km untuk anak-anak 10-18 tahun, c) Vienna Marahon, 41,195 km, d) Relay Marathon 42,195 km. Start grup beranggotakan 4 orang. Aku dari grup Coca Cola."

Ini plan/ track Vienna City Marathon:


3. Apa syaratnya untuk bisa ikut marathon?

"Syaratnya hanya harus daftar dan bayar. Karena aku telat daftar, aku bayar 76 EUR. Aku masuk yang gelombang terakhir. Kalau daftar gelombang pertama lebih murah, bisa hanya 50-an EUR. Dapat chip time yang dipasang di sepatu untuk mengukur lari dan kecepatan saat race (tapi harus dibalikin lagi) dan dapat medali di finish.

4.  Apakah ini pertama kalinya dan apa saja persiapannya?

"Ya, ini halb marathon pertamaku. Persiapannya latihan dari Februari awal. Seminggu 4-5 kali. Asupan makanannya lebih banyak seperti karbohidrat dan minum air. Aku berlari bersama teman, Nathalie, tapi dia lebih cepat dari aku. Aku tidak memburu waktu" "




5. Boleh tahu, apa motivasi Ulfah untuk ikut berpartisipasi?

"Lari hanya sebatas hobi. Tapi halbmarathon ini salah satu resolusiku tahun ini."

6. Bagaimana rasanya ikut berpartisipasi dalam marathon kemarin?

"Aku excited banget, setiap seruan semangat bikin aku ceria sepanjang 21,2 km. Tak pernah aku lewatkan untuk bertepuk tangan atau high five dengan anak-anak yang melambaikan tangannya di pinggir jalan."

7. Menurut Ulfah, apa manfaat lari? 

"Bagus untuk kesehatan, penghilang penat, dan melatih kita disiplin. Tanpa latihan yang tekun, es leider night losgehen."


8. Apa saran Ulfah untuk para pemula yang ingin mulai "jogging"?

"Latihan yang rajin dan tekun. Perhatikan asupan makanan, pola tidur, app Nike+ juga bisa menjadi acuan kita, persiapkan sepatu yang tepat dan nyaman serta pakaian olahraga. Dan pantang menyerah. Untuk seberapa jauh kita lari itu bertahap. App Nike + juga sangat membantu (karena ada coach atau trainer dalam App tersebut yang kasih kita jadwal dan target."

9. Rencananya tahun depan mau berpartisipas lagi?

"Ya, ini halbmarathon pertamaku. Rasanya sangat  luar biasa karena aku bisa berlari sampai finish dan puas serta bersyukur atas semuanya. Terima kasih untuk semua yang selalu mendukung, teman serta keluarga. Tahun depan aku masih ingin ikut serta, ingin mencoba Relay Marathon. Semoga aku dapat rekan yang mau menjadi grup Relay tahun depan."




“Revolusi Sembako” Bikin Tempe Laris Manis

by Syifa Nurhanifah

Ketika kita masuk dalam supermarket, tak asing lagi jika kita menemukan produk-produk yang berlabelkan "Veggie".

Hal ini tak lain disebabkan oleh pemenuhan kebutuhan para vegetarian dan vegan yang jumlahnya tiap tahun selalu meningkat. Di Austria sendiri jumlah masyarakat veggie sampai tahun 2013 berjumlah 760.000 orang atau 9% dari keseluruhan penduduk.

Berdasarkan EU-Eurobarometer, angka ini meningkat dari 2,9% di tahun 2005 (sekitar 238.000 orang) atau mencapai peningkatan sekitar 200% dalam kurun waktu 8 tahun (Sumber: österreichische Vegan-Gesellschaft).

Wow...! peningkatan yang luar biasa.

Kadang hati kecil ini bertanya-tanya, eh trend banget yah makan tanpa daging disini? Hmm.. penyebabnya apa sih?

Setelah berbincang-bincang dengan teman-teman yang veggie dan juga baca sana sini, akhirnya saya pun mengerti kenapa mereka memutuskan menjadi bagian dari masyarakat Vegeta (Veggies).

Jika dilihat dari definisinya sendiri, kita pun semua tau bahwa yang di maksud dengan Veggies adalah orang-orang yang hanya mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan dan tidak makan daging. Atau mereka lebih dikenal dengan masyarakat Vegetarian. Namun bagi sebagian komunitas, menolak untuk mengkonsumsi daging sendiri tidak cukup untuk bisa dikatakan sebagai masyarakat Vegeta, yang secara hakikatnya memang harus benar-benar bebas dari kandungan hewani! 

Jadi segala makanan yang mengandung unsur hewani, apapun itu, haram hukumnya untuk di makan! Contohnya telur dan susu.. (wuah.. lebih susah nyarinya dong, dibandingkan makanan Halal untuk kaum muslim :D) Makanya komunitas ini membedakan diri dengan Vegetarian, dan menamakannya sebagai Vegan, yaitu pengerucutan dari kata VEGetariAN.

Jadi segala makanan yg mengandung unsur hewani, misal telur dan susu, entah itu kue, es cream, ataupun coklat harus bebas dari kandungan telur dan susu. Bagi sebagian besar masyarakat (seperti saya misal) mungkin hal ini tak bisa dibayangkan karena saya suka makan kue.. Apfestrudel, Topfenstrudel, spetzle, Mie kocok/goreng,  Sacher Torte, Marlenka, nutella, suka coklat, suka dadar gulung, suka... aaah pokoknya banyak deh yang mengandung telur, susu dan madu  and I can't live without it :D

Tapi jujur sejujur jujurnya, saya pribadi sangat salut dengan orang-orang yg memilih hidup sebagai Vegan. Bukan hanya alasan kesehatan saja mereka memilih hidup sebagai Vegan, namun juga sebagai rasa solidaritas sosial yang tinggi terhadap sesama makhluk hidup, yaitu sebagai bentuk respect mereka terhadap hewan; menolak exploitasi hewan, menuntut adanya keadilan pangan bagi petani dan juga peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi jumlah kosumsi daging. 

Btw, berdasarkan studi aktual dari Uni Wien  dan Netherlands En-vironmental Agency, 1Kg daging sapi yang diproduksi di Brazil mampu memproduksi 335 Kg CO2, yang bisa mecemarkan lingkungan sejauh 1.600 Km (hitungan ini berdasarkan Life Cycle Assessment). Atau sama saja dengan jarak antara Jakarta – Denpasar. (Wuidiih baru aja sekilo, efeknya buu, lumayan gede.)


(Sumber: https://vebu.de/themen/umwelt/klimawandel/1316-1-kg-rindfleisch-so-klimaschaedlich-wie-eine-1600-km-lange-autofahrt)

Oleh karena hal-hal yang disebut diatas tadi, masyarakat Vegan lebih mengutamakan untuk mengkonsumi produk-produk organic yang regional dan fair trade demi menjaga kelangsungan ekosystem dan mendukung sustainable development. Alasannya dikarenakan bahwa produk-produk organic bebas dari bahan kimia, memiliki kualitas tinggi, lebih menyehatkan daripada produk non-organic dan ramah lingkungan. 

Produk regional berarti produk lokal dan bukan import, alasannya untuk mengurangi polusi udara akibat transportasi dan distribusi produk-produk tersebut, dan fair trade-produk untuk mendukung adanya kedaulatan pangan bagi petani lokal dan keadilan sosial bagi buruh dan pekerja.

Kadang memang kita berfikir menjadi Vegan itu adalah hal yg extrem, karena tantangannya (bisa dikatakan) langsung terhadap pola dan nafsu makan kita, karena menjadi Vegan berarti kita harus merubah semua komposisi makanan yg mengandung unsur hewani dan menggantinya dengan komposisi yg berunsur nabati. Yaaa bisa kita katakan hal ini sebagai Revolusi Sembako. ;-)

Tapi berdasarkan pengalaman teman-teman yg menjadi Vegan,  semua tantangan ini (menariknya) malah menjadikan mereka lebih kreativ, khususnya dalam menciptakan alternativ makanan pokok. Untuk semua bahan makanan yg mengandung telur, mereka ganti dengan tepung kedelai, susu sapi mereka ganti dengan susu kedelai (bahkan ada juga rice milk! Aha...), madu diganti dengan marple syrup, daging diganti dengan tahu bahkan Tempe!! Ya.. iya tempe!! Tempenya orang Indo, he’eu!



Selain tahu, tempe yang dulu hanya bisa ditemukan di Asia Shop kini bisa ditemukan di segala supermarket yang berlabelkan Biomarkt. Apakah itu Denns, Veganz, Reformhaus, PLAN-Bio dan lain-lain. Lebih terpukaunya lagi, tempe ini diproduksi dan diolah secara regional di Austria dan Jerman oleh (ehm) orang eropa!! Wow bgt kan?! (siapa yang ngajarin, hayo..??!)

Tempe kini bukan cuma terkenal dan laris manis diburu oleh para Veggies di Eropa Tengah. Tempe juga (oleh orang sini) diolah dengan berbagai macam kreasi, apakah itu ala orang Asia atau juga Western style.  Dari mulai gemüse-Wok, tempe goreng sampai smoked tempe pun ada dan bisa di sulap menjadi bacon ataupun sosis! Resepnya bisa dicoba di: http://www.vegetariantimes.com/recipe/tempeh-bacon/

Nama Indonesia pun melejit ke atas di kalangan Veggies ini. Resep-resep masakan indonesia dicari dan dicoba oleh mereka. Bahkan ada beberapa teman Vegan yang pernah mencoba membuat tempe sendiri, namun sayangnya GAGAL. (yoweis bisa dicoba lagi)

Terlintas rasa bangga dong produk lokal masyarakat indonesia bisa mendunia seperti ini. Apalagi bahkan di hargai dan disanjung rasanya. Selain nasi goreng, mungkin kedepannya “tempe mendoan” akan tenar di Eropa. Siapa yang mau taruhan, yuk..?! ;-)

Yang terakhir, bagi kita-kita yang Omnivora :D dan peduli lingkungan (cie..), mungkin bisa memulai dengan mengurangi konsumsi daging yang berlebihan dan memperbanyak berdzikir daripada belanja.. (haha... huuuuuuuu....) :D :P

Eh makan tempe yuk? :P

Wednesday, 22 April 2015

An Apple Cake a Day Keeps the Doctor Away!



By Evi Mulyani

Saya bukan penggemar apel, tetapi sebenarnya banyak manfaat yang terkandung dalam buah ini. Berdasarkan penelitian yang pernah saya dengar, mengonsumsi apel bisa mengurangi risiko kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Betul tidak, teman-teman?

Karena saya suka membuat kue dan kebetulan kali ini saya punya banyak stok apel. Maklum, kalau sudah banyak tugas yang harus dikerjakan dan tidak ada waktu untuk memasak apapun, membuat kue apel sangat praktis dan bisa menjanggal perut yang keroncongan.

Karena perut saya sudah "bernyanyi", saya akhirnya mencari resep kue apel dengan campuran crumble atau dalam bahasa Jerman "Apfelkuchen mit Streusel" atau "Apple Pie with Crumble Mixture".

Sangat mudah dan tidak terlalu memakan waktu lama. So, langsung aja yuk baca pengalamanku.

Bahan-bahan yang di butuhkan adalah:

300 gr Terigu

200 gr Butter atau Margarine

100 gr Gula Pasir

1 butir Telur


Bahan isi:

6 Apel (kalau bisa yang agak asam)

1 Pack Vanillapuding

Sedikit Butter

Sedikit susu

Jeruk nipis

Sedikit Gula


Untuk Bahan campuran crumble:

200 gr Margarine atau Butter

275 gr Terigu

125 gr Gula halus

Sedikit garam


Cara membuat:

- Pertama-tama, masukan butter kedalam mixer, setelah butter tercampur dengan rata, kita masukan satu butir telur.

- Kemudian campur adonan butter dan telur tadi dengan gula pasir. Terigu yang disaring kita campur dengan adonan. Setelah tekstur bahan terlihat crumble, kita bisa membentuknya seperti bola, dan bahan bola tadi kita masukan ke dalam lemari es selama 15 menit.

Sambil menunggu bahan bola tadi... kita olah bahan-bahan isi:
- Kupas apel dan potong dadu besar. Kemudian masak butter kedalam panci, dan setelah butter agak melumer masukan potongan apel.

- Masukan air perasan jeruk nipis ke dalam panci yang berisi apel tadi. Kita tunggu selama 3 menit.

- Selama menunggu, kita bisa mengolah bahan yang berbentuk bola tadi, dengan penggilas adonan, kita gilas bahan bola tadi. Setelah terlihat merata bahannya, kita bisa mengukur bahan tadi dengan bentuk loyang yang kemudian akan diisi dengan bahan isi.

- Kita bisa taruh loyang di atas bahan yang sudah digilas tadi, dan potong sesuai dengan bentuk loyang. Setelah terbentuk, kita masukan bahan itu kedalam loyang yang sudah dilumuri butter dan terigu. Sisa dari bahan tadi bisa kalian taruh di dinding-dinding loyang.

Untuk menyiapkan puding yang juga kita campur ke dalam panci yang berisi apel tadi, caranya kita campur 1 bungkus Vanilapuding itu kedalam mangkuk yang sudah berisi susu, aduk rata. Setelah  rata, kita masukan ke dalam panci yang berisi apel tadi. Jangan lupa untuk aduk perlahan dan teratur.

Setelah bahan isi selesai, kita masukan bahan isi kedalam loyang dengan merata.

Jangan lupa untuk membuat crumble mixture nya. Dengan butter atau margarine yang sudah lumer dimasak, kemudian masukkan dan mix semua bahan-bahan crumble mixture yang sudah disebutkan (di atas). Kemudian taburkan hasil crumble mixture tadi di atas loyang yang sudah berisi apel. Masukkan kedalam oven dengan suhu panas sedang selama 30 menit.

Setelah Apfelkuchen tadi selesai, kita diamkan dan dinginkan. Sebaiknya diamkan bermalaman dan sajikan besoknya. Dikarenakan puding yang masih lumayan mencair setelah di oven.

Sooooo selamat mencoba ya ;-) gutes gelingen!!!






Saturday, 18 April 2015

Vegetarian Recipe Quinoa by Daniela Paredes




Hallo teman-teman,

Daniela Paredes, asal Ekuador, ingin berbagi tips makanan vegetarian dan sekalian melancarkan bahasa Indonesianya :) 

Bahan-bahan yang diperlukan:
  • Bawang merah (potong kecil)
  • Bawang putih (potong kecil)
  • Jahe (3 cm, diulek)
  • Quinoa (merah dan putih)
  • Beras
  • Linsen
  • Serbuk kayu manis
  • Olive oil
  • Tomat
Untuk 3 porsi.
Panci 1: Satu gelas beras dan quinoa putih dan merah, digoreng sebentar dengan olive oil.
Panci 2: Jahe diulek kemudian digoreng sebentar, masukkan potongan bawang merah, bawang putih, dan tomat.
Panci 1: tambah air 2 gelas dan tunggu 15-20 menit
Panci 2: tambah satu gelas linsen dan tambah air, kayu manis dan garam, tutup dan tunggu 15-20 menit

Mudah atau mudah?

Selamat mencoba!

Book Review: Smart Woman Finish Rich by David Bach



by Arlavinda Rezqita
 
"Latte Factor"

Are you the type of girl who likes to stop by in a coffee house for morning coffee before going to university or work because you are too extremely busy?

If you are, I urge you to think about it. You and most people need morning coffee, otherwise you would probably look “not 100% fine” a whole day. However, do you really need to buy it from the coffee house every single morning, instead of preparing by yourself at home or at office which is even free?

A cup of espresso, cappucino, coffee latte, name it… let's say costs 3 EUR. 3 EUR doesn't seem much, right? But if you sum it up, it will cost you 90 EUR/month and 1080 EUR/year! Oh maan, you can buy a ticket to… Machu Picchu! or taking 6 months trip in our beloved country from Sabang sampai Merauke! Or spending it for something more “important” for you.


What I am trying to say is that most people like spending their money without noticing it. That's called Latte Factor. I learned by heart from the book Smart Women Finish Rich, written by David Bach.

The motivation behind purchasing this secondhand book from Housing Works Bookstore Cafe was that I had almost zero knowledge about finance. Don't get me wrong. My parents of course told me some core financial lessons, like "don't spend more than you earn, don't buy anything you can't afford" kind of stuff,  which are mostly what other parents said to their kids.

Now, the question… is the book worthwhile to read? Especially for women. Let’s figure out. The book starts with a brief introduction about why individuals should get the basic of personal finance. It doesn’t matter if you are a student, a working woman or a home-stay Mom.

Because anyway, as a woman, we should be able to manage our money or family money later on. Afterwards, Bach wrote several steps for achieving the financial security. In my opinion, not all of them can be easily applied to every individuals. However, here I list some fundamental and easily applied points. Based on my experience, small steps yet sustainable are more likely to stick, compared to a big and crazy idea.

Ok, so here we go. First, put your money where your values are. Value means what is important to you? It’s different for each individual for sure. Make a list. For e.g : family,  independence, education, security, freedom, confidence, charity, etc. Still too abstract? No problem.

Then now, you can define your goals which are in line with your values. Define specifically what your goals are, as specific as possible until they are measurable. For e.g: I would like to travel the world – where exactly? South Africa? China? Bali? and how long? Or I would like to buy a house – ok, which house? How much does it cost approximately? Or… errr, I would like to get married. Like when? (of course after you know whom you’re going to marry!). LOL.

Second, figure out where you stand and where you want to go. Get started now by being organized financially. You don’t need to make a complete financial plan for the rest of your life. That’s way too much. I mean if you have a debt, pay now! Basic rule is pay yourself first. Then you can save up for something else. You can make a plan for 6 months, a year, 3 years, as you want.

Third, use the power of Latte Factor. I make it more clear now. Latter factor is not only about a cup of coffee, but also any few small pieces which you can trim from your daily life and then you can save a huge amount of money overtime. So from now on, every time you want to go for impulsive shopping, ask yourself before going to cashier: “do you really need this stuff?”

The book goes on into more details about investment, retirement, etc. So if you are interested to be financially independent, reading this book is worthwhile. I would say, this book is not only aimed to women, but also for men. Now let me ask you, can you recall a person you know who seems to get whatever she/he wants? I mean someone around you. So, people like Prince Harry or Bill Gate doesn’t take into a count in this case.

Basically two things they have in common to realize their dreams: (1) They IDENTIFY specifically what their dreams are. (2) They create a PLAN to finance them. That may sound pretty obvious, but you know what? Most people never do it.

One question leaves, What's your Latte Factor?


Tuesday, 24 March 2015

Reminder: Earth Hour 2015 (Saturday, 28 March)


 by Rafika Nurulhuda
 This is not only to remind you, but this is mainly as a self-reminder that I would like to share with you all.
I am sure we all have heard about Earth Hour that is celebrated each year on 28th March starting from 8.30 PM to 9.30 PM local time. What do we exactly do at that moment and what is the importance?
It is basically one of the ways to combat global warming. You can participate by simply shutting of lights for an hour. And this simple act actually brings positive impacts. There are some facts about how much energy is conserved just from the one hour time period.
It saves electricity cost, too ;)
I would like to remind myself that, Earth Hour should not only be done every year, but it should be put into my awareness and put into my action for the upcoming days. 
I think we all agree that Valentine shouldn't be celebrated only in February, but showing love to your loved ones should be done everyday, right? 
I think participating in Earth Hour shows our love for Earth, and it should be shown daily.
So cross your heart. Promise me you'll turn off the lights for one hour this Saturday. :)

Berburu Bärlauch

by Syifa Nurhanifah

I like the flowers, I like the daffodils,
I like the mountains, I like the rolling hills.
I like the fireplace, when the light is low.
Dum, di da, di dum, di da, di dum, di da, di dum, di da, di

Yeaaah spring is coming!! :D let’s sing this song once more..!

I like the flowers, I like the daffodils,
I like the mountains, I like the green hills.
I like the fire stone, I like to walk alone.
Dum, di da, di dum, di da, di dum, di da, di dum, di da, di

Oho..!! ;-)

Siapa sih yang ngga sumringah dengan kehadiran kehangatan matahari dan warna warni bunga-bunga musim semi?

Daffodils, crocus, tulip dan juga snowdrops mulai bermekaran di mana-mana. Apalagi jika kita lewat taman-taman kota, wuaaah keinginan untuk selfie dengan bunga-bunga inipun kian menggelora.. ;)

Eiitsss tak disangka tak menyangka bahwa selain bunga-bunga spring ini tumbuh pula satu jenis tanaman liar yang memiliki rasa lezat jika di makan dan bisa dijadikan rempah atau bumbu dapur serta bisa mengobati penyakit.

WOW… jenis tumbuhan apakah ini?

Dialah Allium ursinum. Orang disini menyebutnya Bärlauch yang berarti "bawang beruang" dan kayaknya masih sepupu sama bawang bombay deh ;)
atau dalam bahasa Inggris tanaman ini lebih dikenal dengan wild garlic.



Tumbuhan ini adalah sejenis bawang-bawangan gitu, TAPI lebih uniknya, tumbuhan ini tidak berbentuk seperti bawang, namun berbentuk DAUN.

Yup, itulah kedahsyatan Bärlauch ini. Jika dimakan, tumbuhan ini memiliki rasa khas yang mirip sekali dengan bawang putih, namun dengan wujud yang sangat berbeda dengan bawang putih.

Bagaimana sih penampakkan tumbuhan ini, yuk kita perhatikan gambar di bawah ini:




Menurut Wikipedia, Bärlauch adalah memang sejenis tumbuhan bawang-bawangan yang berkerabat dengan bawang bombay, bawang putih, bawang merah, lokio dan kucai. Namun tempat tumbuh dan berkembang biak tumbuhan ini sangat berbeda dengan kerabatnya yang lain. 

Bärlauch ini tumbuh secara liar di hutan, kebun atau di pinggiran sungai dan daerah lain yang berudara lembab. Hebatnya lagi, bärlauch tidak bisa dipindah tempatkan, apalagi jika kita tanam di pot di rumah. Kesempatan untuk bertahan hidup di pot hanya 30%.

Namun sayangnya Bärlauch hanya tumbuh di Eropa saja dan sebagian kecil di negara-negara Asia yang memiliki 4 musim.



Tumbuhan ini mulai tumbuh biasanya di Awal bulan Maret tiap tahunnya. Penampakkanya bisa dikatakan pertanda bahwa musim semi akan segera atau sudah datang. Yang spesial dari Bärlauch ini tentu saja bukan hanya dari keunikan-keunikannya saja, namun dari manfaat tumbuhan ini bagi kesehatan jasmani.

Orang Eropa biasa menggunakan tumbuhan ini sebagai jamu tradisional mengobati penyakit Arteriosklerose (penyempitan pembuluh nadi), mengobati maag, mengurangi tekanan darah tinggi dan juga bisa mengobati cacingan http://www.heilkraeuter.de/lexikon/baerlauch.htm.

Kehadiran Bärlauch ini tentu saja sangat dinanti nantikan bagi mereka yang hobby masak dan experiment di dapur, khususnya bagi mereka yang vegetarian dan vegan. Jika kita tanya Google tentang resep maakanan yang menggunakan Bärlauch, kita akan temukan berbagai macam jenis makanan yang beragam.

Saya sendiri paling suka menyulap Bärlauch menjadi Pesto dan Dip. Walaupun bukan vegetarian atau vegan, namun sensasi rasa yang begitu khas dari Bärlauch ini yang membuat saya tergila-gila dan punya semangat juang tinggi untuk memburunya di awal musim semi ;-)

Karena eh karena.. Bärlauch yang baru tumbuh di awal musim semi (atau di akhir winter) memiliki rasa dan aroma yang lebih kuat dibandingkan dengan Bärlauch yang sudah lama tumbuh dan berbunga – yang notabene rasa dan aroma sudah berkurang.

Hal yang paling spesial dari Bärlauch ini adalah rasanya yang sangat mirip dengan Bawang putih. Alhasil dalam hal memasak pun kita bisa menggunakan bärlauch untuk menggantikan bawang putih. Jadi entah masak apapun itu yang berbumbu bawang putih, kita bisa menggantikannya dengan Bärlauch ini. Bagi Students ini mungkin jadi hal yang positiv, karena kita bisa menghemat uang belanja di dapur. Kalo ada yang gratisan, kenapa mesti beli toh? ;)



Yup.. Bärlauch bisa kita dapatkan secara cuma-cuma dan bisa kita panen sebanyak mungkin yang kita mau. Tapi tentu saja di hutan hutan umum dan bukan hutan kawasan lindung yaa..

Di Salzburg markas besar Bärlauch sendiri berada di Glasenbachklamm, dan di Fürstenbrünner Allee (tempat tersembunyi dan sunyi pokoknya). Di Wina sendiri secara takjub saya menemukan markasnya di Pötzleinsdorfer Schlosspark disana terhampar ribuan tunas Bärlauch yang bisa kita panen secara gratis.

ACHTUNG! 

Bagi yang ingin berburu Bärlauch harus dan mesti mengenal dalam-dalam bentuk tumbuhan ini. Karena ada beberapa tumbuhan liar lain yang mirip dengan Bärlauch, namun beracun! Dialah Maiglöckchen (Lilly of the Valley) dan Herbstzeitlose (Meadow saffrons).

Sekilas tiga tumbuhan ini sangat mirip, namun ada beberapa perbedaan yang bisa kita lihat jika di amati secara teliti:



  • Bärlauch tumbuh di awal musim semi (awal maret sampai akhir April dan berbunga sampai akhir Juli) sedangkan Maiglöckchen tumbuh di awal bulan Mei, dan Herbstzeitlose tumbuh sekitar awal oktober.
  • Bärlauch memiliki aroma seperti Bawang putih, sedangkan dua tanaman yang lainnya tidak memiliki aroma apa-apa
  • Daun Bärlauch tumbuh secara single dan terpisah dari daun-daun lainnya walupun satu umbi, sedangkan dua tumbuhan lainnya, daunnya berkelompok mengikuti umbi.
  • Bentuk bunga yang sangat berbeda (lihat gambar)


Bunga Bärlauch

Bunga Maiglöckchen

Kalau sudah pintar dalam membedakan ketiga macam tumbuhan liar ini, yuk kita panen deh si unik Bärlauch ini. Bagi yang mau berexperiment di dapur, boleh di coba resep-resep di website ini: http://www.ichkoche.at/baerlauch-rezepte

Saya sendiri telah mencoba resep Bärlauch Cordon Bleu, Bärlauchsuppe, Bärlauchspesto und Bärlauch Aufstrich, rasanya mmmmm….. karena saking lezatnya dan keburu laperrr saya tidak sempat memotret hasil experiment ini ;-)

Buat yang lain, selamat mencoba!

Monday, 23 March 2015

How To Make Kärntner Kasnudel


 Kärntner Kasnudel
(Kuliner spesial khas Kärnten)


 by Sri Yuliyanti
   

    Kärnten yang merupakan  salah satu kota di Austria ini, mempunyai daya tarik  tersendiri. Selain keindahann alamnya yang memukau, makanan khas nya pun tidak diragukan lagi kelezatannya.
  Berawal dari perkenalan saya bersama Johanna. Wanita kelahiran Kärnten yang sedang study Olahraga dan Bahasa Prancisnya di Universitas Graz, yang sangat gemar sekali memasak dan ia ingin berbagi rahasia kelezatan dari Kärntner Kasnudel kepada kita semua. Penasaran, Apa dan bagaimana cara membuatnya?
   Kärntner Kasnudel adalah salah satu makanan khas dari Kärnten, berbahan dasar terigu yang diolah menjadi noodle dan kemudian di bentuk menjadi bulatan pipih lalu diisi dengan Toping ( Sesuai selera). Kebayang enaknya bukan! Ada bocoran sedikit nih, katanya toping yang banyak digemari dan banyak dijumapi di restoran atau supermarket yaitu Kärntner Kasnudel dengan toping kentang dan bröseltopfen (Quark/ keju).


Bahan: Untuk 4 Porsi
·      300 g Terigu (halus)
·      2 telur ayam
·      1 sendok Teh garam (untuk adonan Noodel)
·      200 g Kentang (bertepung)
·      250 g Bröseltopfen
·      1 sendok makan daun Minz
·      Petersilie secukupnya
·      Majoran secukupnya (berupa rempah- rempah)
·      Garam
·      Merica
·      100 g Butter/ Mentega (untuk souce)
·      Tepung supaya tidak lengket saat pembuatan.




Cara pertama : Rebus Kentang kira- kira sampai 25 menit, kemudian angkat dan dinginkan. Setelah itu parut kentang atau bisa menggunakan alat Pres.


Cara Kedua : Membuat  adonan Noodle







Campurkan Tepung, Garam , dan Telur lalu aduk sampai merata, kemudian tuangkan susu, aduk adonan secara manual hingga adonan menjadi empuk. Setelah itu tutup adonan dan diamkan selama 1 jam.






 

Cara Ketiga: Membuat Toping 
 
Campurkan semua bahan Bröseltopfen, Petersilie, daun Minz, Merica, garam dan begitu juga dengan kentang yang sudah dihaluskan, lalu aduk hingga rata, setelah itu buat bulatan kecil (sebesar tomat Cery).









 Cara keempat: Mebentuk Adonan dan Toping menjadi Kärntner Kasnudel









Taburkan meja dengan tepung terigu supaya Adonan tidak lengket. Buat bulatan kecil dari Adonan Noodle lalu Pipihkan setelah itu isi dengan toping yang kemudian bentuk sesuai selera atau lihat pada gambar.
Tips: Usahakn jangan sampai ada gelembung udara saat Adonan sudah dibentuk, karena saat di rebus mengakibatkan Adonan akan pecah dan topingnya keluar.

Cara kelima: Rebus dengan api sedang, selama 8 menit, Lalu angkat saat sudah berada di permukaan air. Kemudian diamkan sampai menjadi kering dan air rebusan sudah hilang.
Tips: Sebaiknya jangan di aduk. Setelah Matang, angkat dengan hati- hati dan sebaiknya segera di dinginkan dengan air dingin dari Kran kemudian diamkan, supaya tidak menempel satu sama lain.JJi



Cara Penyajian: Panaskan Butter/ Mentega kemudian masukkan Kärntner Kasnudel yang sudah direbus tadi.
Tips: Salat bisa menjadi pelengkap yang membuat Kärntner Kasnudel semakin spesial. Kärntner Kasnudel juga bisa di simpan di friser untuk produksi dalam jumlah banyak.
Itulah tadi rahasia pembuatan Kärntner Kasnudel, dan akan lebih seru lagi pastinya, jika mencobanya memasak dirumah, dengan kreasi unik dan dengan toping sesuai selara. J
Selamat mencoba!!