/* Whatsapp css setting */ .tist{background:#35BA47; color:#fff; padding:2px 6px; border-radius:3px;} a.tist:hover{color:#fff !important;
Showing posts with label By: Rasmi. Show all posts
Showing posts with label By: Rasmi. Show all posts

Monday, 26 October 2015

Carla: belanja barang bekas yang bukan di Flohmarkt

By: Rasmi Silasari

Siapa sih yang nggak suka jalan-jalan ke Flohmarkt? Walaupun adanya cuma di saat-saat tertentu, penuh sesak, barang jualannya suka aneh-aneh, dan sebenernya nggak ada yang ingin dibeli juga, muter-muter lihat dagangan di Flohmarkt selalu ada daya tariknya tersendiri. Meskipun rencananya cuma lihat-lihat pasti ada aja yang tiba-tiba menarik: buku, baju, sepatu, mebel, mainan, atau paling engga jajanannya yang bisa dimakan sambil jalan-jalan seperti es krim atau Lángos. Tapi gimana dong kalau lagi perlu sesuatu banget dan sayang beli baru? *gaya banget bilang 'sayang', ngaku aja 'ga ada duit'* Cari di Flohmarkt yang lagi ada mungkin nggak nemu barangnya, cari di willhaben juga nggak ada yang pas, kira-kira di mana lagi ya tempat nyari barang bekas yang lumayan lengkap dan nggak kucing-kucingan waktu bukanya?? Ini jawabannya: Carla.

Flohmarkt di Naschmarkt yang selalu ada hari Sabtu dan selalu ajaib barang-barangnya (sumber)

Cantik banget ya namanya~ Carla ini adalah toko barang bekas, salah satu bagian dari usaha Caritas, yang barang dagangnya berasal dari sumbangan orang-orang yang bisa langsung dibawa sendiri ke salah satu pusat Carla atau minta diambil oleh pihak Carla dengan membayar ongkos angkut. Kalau kalian suka nemu kotak baju bekas punya Caritas di area tempat sampah khusus, ini adalah salah satu sumber barang dagangan Carla. Tapi nggak seperti Humana (yang juga punya kotak barang bekas sendiri) yang hanya jualan baju, tas, dan sepatu, di Carla apa aja ada. Apa aja. 'Apa aja'-nya apa aja toh? Semuanya, kecuali barang-barang ini yang mereka tidak terima untuk alasan tertentu.

Kotak baju bekas Caritas yang menarik hati karena warna-warni (sumber)

Di Wien pusat Carla ada dua: di pusat kota di distrik 5, dan di daerah utara di distrik 21. Ada juga Carla yang lebih kecil di daerah selatan di distrik 10 yang tidak menjual mebel dan peralatan elektronik berukuran besar. Barang-barang di Carla kondisinya beragam (tergantung hoki yang belanja) tapi untuk barang elektroniknya sudah dijamin berfungsi dengan baik (bahkan ada yang bergaransi), sedangkan mebelnya semua dalam kondisi layak. Yang pasti mainan anak-anaknya semuanya bikin kepingin (terutama boneka-bonekanya, beruang empuk yang enak dipeluk-peluk CUMA 5€ *kasus langka di mana duit cukup tapi tempat nyimpennya engga*), dan buku-bukunya bikin terharu karena cuma 0.50 - 2€ dan ADA BAHASA INGGRIS PULA. Sudahlah, biar nggak penasaran silakan disimak foto-foto berikut yang diambil di Carla distrik 5 yang terbagi dalam empat gudang besar dan luasnya mencapai 4000 m². 

Yang nggak tahu kalau ini toko barang bekas pasti ngira garasi dari depannya

Koleksi bajunya lumayan lengkap: mulai dari topi sampai sepatu, untuk cowok maupun cewek!

 Perlu matras doang? Ada! Cuma perlu Lattenrost-nya? Juga ada! Tempat tidur kemahalan, tidur di karpet? Ok juga!

 Ruang keluarga, ruang tamu, dapur, kantor; ruang apapun ada mebelnya di sini

 Barang elektroniknya bergaransi! Iya termasuk televisi yang jadul ituh

 Pilihan buku-bukunya banyak dan murah, mau cari CD yang besar (laser disk) atau kecil tinggal pilih

 Kalau bawa anak jangan kelewatan bagian Kinder yang ada area bermainnya juga!

 Kalau bosen pakai set alat makan atau panci+tutup yang seragam, silakan cari yang beda-beda

 
Semakin ke dalem barangnya semakin menarik: lampu gantung antik, alat-alat kantor, peralatan ski, bahkan ada piano juga!

Seru kan~ Bagi yang berminat, langsung aja samperin cabang-cabang Carla berikut:

carla mittersteig
Mittersteig 10
1050 Wien
Mo-Fr 09.00-18.00
Sa 09.00-13.00

carla nord
Steinheilgasse 3
1210 Wien
Mo-Fr 09.00-18.00
Sa 09.00-13.00

carla ankerbrotfabrik (lebih kecil)
Absberggasse 27 / Objekt 19
1100 Wien
Mo-Fr 10.00-18.00

Friday, 25 September 2015

clean€uro Workshop

by: Rasmi Silasari
photo: Evi Mulyani


Hi everyone! Since autumn is finally starting and the leaves are turning yellow and brown, have you managed to live green the whole summer? (sorry for all the puns, intended or not) If yes, GUT!! If not, come finish this sentence and go to the second paragraph; I'll force show you how to live greener in an easy way!

Look how cute the poster is~

So earlier this month, 5th of September to be exact, PPI Austria in corporation with the NGO 'SOL - Menschen für Solidarität, Ökologie und Lebensstil' arranged a short workshop about 'How to shop the clean€uro way' (yep, you have to write that with the €) . You know that we, human, require so many resources to satisfy our needs. We need clothing, housing, education, recreation, and the most basic of all: food!

PPIA clean€uro workshop with Vera from SOL!

Now, have you ever thought about the way you do grocery shopping? Do you plan it carefully to 5 different shops to get 5 different items at the lowest cost? Do you just buy everything that comes in bulk so you won't have to shop for another 10 years? Do you buy the ones advertised by the ethereal, beautiful-looking people with their seductive voice? Or do you simply go to the bread & cheese shelf and that's it? (I swear it's not me). Well, what I'm about to tell you might make you want to consider more what's inside your shopping bag!


Vera showing us what to look from a product

In the beginning of our 2 hours workshop, Vera our wonderful mentor told us about the goal of clean€uro, which is to reduce our ecological footprint. Basically, this ecological footprint is how the scientists measure the natural resources that a person needs every year. The common way to measure it is to measure the productive land and sea area required to fulfill the needs; since it's an area, the unit is in global hectares per person (gha/pers).

So, the person that needs to eat meat would need more hectare than the person who eat vegetables, since the cow aside from needing space to live also needing space to grow its feed. In 2007, research found that the average ecological footprint of people on Earth is 2.7 gha/pers, while the Earth can only supply 1.8 gha/pers; it means that we have 0.9 gha/pers that keeps deteriorating every year! Well everyone can argue that: 'that's such a rough calculation', or 'it's the rich countries' fault', or 'the Earth looks fine to me', or 'who cares as long as I can eat my bread & cheese' (swear again, it's not me), etc., etc... but it won't hurt to be a nice citizen of the Earth and help our lovely planet to sustain better, right? =D So let's try to reduce our ecological footprint by shopping the clean€uro way!

(source)
The steps of implementing clean€uro in your shopping routine is simple, you just have to remember these 3 points when stepping into the supermarket fully armed with shopping basket ready for the 'stock-the-fridge' mission:

1. FAIR!
Forget about buying stuffs that were made/grown/assembled by workers that aren't treated fairly! Please do look for the 'fair trade' logo on your items. This point strives for a more humane working conditions and improve social standard around the globe. And Vera made a good point on how funny it is that the 'fair trade' gets its own logo. Like, what, so the other items are allu from 'unfair trade'? HOW UNFAIR!

(source)
2. ECO!
It's time for you to visit those green bio products shelfs! (or just visit a bio supermarket, why not) Please do look for the 'bio' logo on your items. When displaying the bio logo, the product actually has made lots of ecological improvement such as less waste and less harmful substance. There are lots of bio logo in this universe as many as the stars the supermarket, but you may want to look for the 'starry leaf' one as it's published by the EU with pretty strict standards. If you make excuse that bio products are more expensive, I dare you to compare the fruits' prices! You will find that it's actually just 30-50 cents/kg higher than regular ones!

(source)
3. LOCAL!
I think it's not necessary to eat cheese shipped all the way from Italy when they produce the same cheese here in Austria, right? (and nope, I'm not talking to myself) Please do look for the 'made in ....' or something similar on your items. Actually this locality is more about the mileage, the goal is to use less resources to bring the item from the producer to your hand. So as the clean€uro website gives an example: if you live in Wien it might be better to drink milk from western Hungary that's quite close, rather than that from Tirol. So you know what you should do~ Learn your world map right!

(source)

If all these rules make you dizzy and don't have place anymore to hang in your head among the periodic table or music score or economic equations, you can simply head to the alternative. It's easier, and will save you lots of money as well ;) It's the 'cut your consumption' way!!
1. Buy nothing
2. Buy less
3. Lend and Share
4. Favor services (as in just call the plumber instead of buying new tools and other resources and do the acrobat to fix that broken pipe by yourself)
5. Use second-hand (WILLHABEN RULEZZ!!!)
6. Reconsider shopping methods
7. Inquire


The more you buy the more item to check... so let's just buy less!

Perhaps you'll wonder if these simple acts will bring any difference. Oh, don't underestimate the force of demanding buyers, my friend. Vera told us the story of how Starbucks started to sell fair trade coffee just because the consumers pressured them to do so! Imagine if this happens to McDonalds and their burgers, it must be pretty interesting~ Anyway, that's all I have for 'How to shop the clean€uro way'! Next time you're in the supermarket, please consider being a nice Earth citizen and do at least one point to at least one of the item you buy. You might think it's nothing... but since you already think so, let's do this anyway! =D Cheers!

(source)

Friday, 24 July 2015

Hauptbücherei Wien: Ngadem Sembari Baca-baca

by Rasmi Silasari

Akhir-akhir ini cuaca agak panas ya~ Bikin males banget nggak sih jalan ke mana-mana. Gimana kalau ngadem di dalem ruangan yang luas, tenang dan sejuk walaupun tanpa ada AC nya? Ohya? Emang ada tempat kayak gitu di Wien?? Ada doong, taraaa~~~

  Hauptbücherei Wien!!

Oioioi, yang nggak doyan baca jangan keburu kabur dulu!! Di perpustakaan utama kota Wina ini banyak hal yang menarik selain buku! Jangan lupa kan tujuan kita ke sini buat ngadem~ Kalau ternyata ada buku menarik yang bisa dibaca itu baru bonus :D

Tempat bacanya gokil, nggak akan bosen lah duduk-duduk di sini

Perpustakaan utama atau Hauptbücherei Wien yang dibuka 7 April 2003 ini terletak di Urban-Loritz-Platz dan bertengger persis di atasnya stasiun U6 Burggasse-Stadthalle. Jadi untuk yang punya disorientasi arah dan suka nyasar pun nggak bakalan susah untuk nemuin perpustakaan ini, karena selain keliatan banget dari luar (kecuali kalau kalian emang menyasarkan diri ke arah mall Lugner City) di sekitar stasiun Ubahn-nya udah banyak banget bertebaran petunjuk arah.

Baru keluar Ubahn sudah langsung ketemu petunjuk berlogo Hauptbücherei

Koleksi di perpustakaan ini terbagi menjadi 2 lantai, dan ada café di lantai paling atas kalau kalian lebih suka nongkrong sambil lihat-lihat pemandangan. Jumlah koleksinya sebanyak 300.000 buku, 69.000 audio visual, dan 600 majalah dan koran dengan berbagai macam tema; mulai dari buku anak-anak, novel populer, literatur klasik, panduan wisata, pengetahuan umum dan khusus, majalah hobi, gossip dan abege, dan juga komik!

Cuma 2 lantai tapi isinya seabreg

Ngapain langganan majalah kalau bisa baca di perpus

Kursinya empuk dan bacaannya komik: alamat nggak pulang-pulang

Koleksi audio visual nya pun menyenangkan untuk dilihat-lihat; untuk audio ada audio book, CD musik klasik dan musik popular; untuk video ada VCD film, dokumenter, kartun dan konser; bahkan selain itu ada CD dan DVD game segala! Untuk film lebih untung pinjem di sini lho, karena harganya jadi lebih murah dibanding pinjem ke toko rental video (dan yang jelas jauh lebih legal dari download sendiri :p, kecuali kalau filmnya nggak dibalik-balikin).

Area audio book lengkap dengan fasilitas playernya, jadi nggak usah bawa-bawa boombox sendiri

Siapa bilang orang Austria cuma dengerin musik klasik doang

Oke gamenya bisa dipinjem, sekarang yang punya DS siapa PINJEM DONG

Buat yang nggak ngerti sepatah kata pun bahasa Jerman (yang bilang ‘Enstchuldigung’ saat ngasih tips dan teriak ‘Danke’ setelah nabrak orang) ada satu area penuh isi buku bahasa Inggris (atau Perancis, Turkish dan Hungarish buat yang jagoan neon) dengan koleksi novel populer. Selain itu di tema pengetahuan umum seperti kesehatan, psikologi dan kriminal tersedia juga buku berbahasa Inggris. Jadi buat yang alesannya ‘nggak suka baca novel karena nggak nambah pengetahuan’, silakan diembat semua itu buku setebel-tebel bata.

Nggak perlu beli novel Inggris belasan Euro di Thalia atau Amazon, cari di sini aja!

Untuk buku bertema khusus cari aja bendera Inggris di list topiknya

Selain itu banyak fasilitas lain di Hauptbücherei yang juga cocok sebagai tempat belajar atau ngerjain tugas. Kalau kalian bawa tas tinggal nyelonong aja masuk dan nggak perlu dititipin (untuk yang risih bawa-bawa barang banyak ada fasilitas penitipan dan loker). Di sini ada banyak meja dan kursi bertebaran di seluruh penjuru gedung, untuk yang mau diskusi bisa ke areal meja kursi di lantai atas yang terpisah dari areal baca. Selain ada wifi gratis (favorit sejuta umat),  Hauptbücherei juga menyediakan sejumlah komputer dengan internet gratis dan fasilitas print 20 sen per lembar. Kalau kalian nemu bahan yang menarik tapi males pinjam atau difotoin satu-satu halamannya, ada mesin fotokopi seharga 10 sen per lembar.

Laptopan bisa di mana-mana, tapi yang pemandangannya keren ya  cuma di sini

Kalau nggak suka lihat pemandangan ya ngadep tembok juga silakan

Siapin koin kalau mau fotokopi! tapi jangan khawatir karena di lobi ada automat koin

Seru banget kaan dalemnya Hauptbücherei Wien! Untuk peminjaman kalian bisa buat kartu harian (3.80€) atau tahunan (24€). Untuk kartu harian bisa meminjam maksimum 4 minggu (2 minggu untuk koleksi audio visual) tanpa perpanjangan, sementara kartu tahunan bisa memperpanjang hingga 1 periode lagi. Jumlah maksimum yang bisa dipinjam adalah 25 barang (semua media), dan untuk peminjaman audio visual dikenakan lagi biaya 1.60€ per judul. Yang suka lupa untuk ngembaliin jangan khawatir: denda telat mengembalikan hanya 20 sen saja per hari per buah. Tapi ya jangan kelupaan lama-lama juga karena kasihan yang lain yang mau pinjam! Kalau kalian punya kartu tahunan bisa memanfaatkan mesin otomatis agar prosedur peminjaman lebih praktis.

Rincian harga layanan peminjaman Hauptbücherei Wien

Mesin peminjaman otomatis, nggak perlu lagi ngantri-ngantri di kassa

Perpus ini buka Senin – Jumat pukul 11:00 – 19:00 dan hari Sabtu pukul 11:00 – 17:00. Ayo-ayo dateng ke sini buat ngadem siang-siang sebelum ngabuburit sore~~

Info lebih lanjut: buechereien.wien.at

Friday, 22 May 2015

Movie Night (Mei 2015): Temple Grandin & BBQ!

by: Rasmi Silasari
foto: Evi mulyani


"Mencurigakan...", batinku sambil ngeliatin langit Sabtu 2 Mei yang mendung setengah-setengah kayak mau hujan tapi nggak niat. Nggak heran sih sama cuaca yang demikian, secara Kota Wina akhir-akhir ini memang lagi hobi gerimis. Apalagi menjelang weekend (padahal sepanjang weekday cerah, graow!), kayak nggak seneng aja lihat orang-orang lagi libur mau leyeh-leyeh sunbathing. Lebih lagi kalau weekend-nya long, makin bersemangat lah hujannya. Cuaca buruk yang sudah kejadian beberapa weekend ini makin nggak menyenangkan ketika ada rencana untuk bikin acara outdoor. Yoi banget, Movie Night kali bakal diawali dengan acara BBQ-an! Bakar-bakar ayam!! Makan bareng outdoor!!! Tapi ya bakal bubar juga kalau mendadak hujan... Jadi inget temenku orang Spanyol yang hobi banget piknik pernah komen: "Asap daging bakar itu ampuh menangkal hujan." ....teori dari mana pula. Balik lagi ke langit yang tadi mendungnya nggak niat, sekarang malah makin gelap dan berangin. Jarum jam udah di angka tiga. Acara BBQ bakal mulai jam empat. Hmm, depresif.
 
Alamat nganggur beliau kalau sampai hujan...


Berhubung mesti nyampe duluan di lokasi buat masang laptop untuk nonton bareng, berdiri lah aku di tengah lobi KBRI yang gelap dan sepi krik-krik. Mas Aryo sang PJ bagian rumah tangga KBRI muncul dari koridor samping. "Itu Mbak, alat BBQ nya sudah dipasang di teras." "Oh, udah di luar? Nanti kalau hujan gimana ya?" "Hujan? Tapi tadi cerah kok Mbak." "Cerah??" Aku samperin itu alat panggangan yang sudah bertengger nganggur di teras belakang KBRI dan eng-ing-eng: WUAH MEJIK LANGITNYA CERAH. Emang sih aku sering dalam mode auto pilot (a.k.a ngelamun) kalau lagi jalan kaki, tapi bisa-bisanya aku nggak nyadar kalau mendungnya udah ilang entah ke mana! Nggak perlu asap daging bakar segala; ngeluarin panggangan di luar aja udah ampuh buat menangkal hujan, absurd canggih banget nggak sih.

AKHIRNYA BBQ-AN JUGA *terharu*

Mungkin agak keliru juga ya bikin acara di tengah-tengah long weekend, walhasil banyak yang berhalangan dan hanya tersedia 15 orang untuk menghabiskan ransum ayam sebanyak empat ekor... atau malah hal bagus karena berarti JATAH MAKIN BANYAK. Yah paling engga acara BBQ berjalan lancar dan tanpa hujan; dan makin menarik karena kokinya bule cuy! Perkenalkan pemuda Austria serba bisa bernama Albin yang banyak banget jasanya mulai dari bantu bawa-bawa bahan makanan, nyiapin api, menenangkan bu ketua saat senewen, sampe bakar-bakar ayam saat kita lagi asik makan dan lupa kalau si ayam tersebut nggak akan membakar dirinya sendiri. Ngomong-ngomong kalau ada yang penasaran kenapa Herr Albin ini bisa nyasar ke acara PPIA silakan dikonfirmasikan sendiri ke ibu ketua karena sekretaris dilarang berspekulasi. Sekian dan terima kasih.


Meyakinkan banget kan kokinya~

Bakar-bakar ayam + cuaca cerah – mesti bakar sendiri = happy girls people!


Setelah kenyang yang bikin ngantuk dan males nyalain laptop (tadinya udah kusaranin, "gimana kalau nggak perlu nontonnya?" Yang dibalas oleh pak waketu dengan: "YAELAH") akhirnya kejadian juga Movie Night yang sebenarnya pukul 18:00 (yang mana gelap pun belum tapi disebut 'night'??). Filmya 'Temple Grandin', keluaran 2010, yang main Claire Danes yang dulu main jadi Juliet di ‘Romeo + Juliet’ keluaran 1996 bareng Leonardo DiCaprio yang belum-belum juga menang Oscar. Filmnya keren *udah gitu aja biar nggak spoiler berkepanjangan*. Karena tanggal 2 Mei bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (jangan kebalik sama Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei) kita punya ide untuk nonton film yang bertema pendidikan *tadinya aku mau usul 'American Pie' tapi kayaknya bakal langsung dibakar surat pengajuannya*. Jadi si Temple Grandin ini adalah tokoh nyata—ilmuwan industri ternak yang bisa dapet PhD dan bikin banyak penemuan bermanfaat nan inovatif—yang juga mengidap autisme. Jadi kapan-kapan kalau ada yang komen, "ih gue nggak nyambung deh sama si Y, anaknya autis banget," itu mungkin bisa diartiin jadi, "aduh gue nggak nyampe deh ngomong sama si Y, anaknya jenius banget." Nah lho.

Itu lho Mbak Claire Danes yang manis ituh


Demikian saja laporannya; penulisnya laper ngeliatin foto orang pada makan. Movie Night PPIA berikutnya tanggal 25 Juli lho! Kalau ada ide acara sampingannya, atau ide judul film, atau ide mau makan-makan apa (BBQ, ngerujak, nyate, dan sejenisnya yang nggak penuh tantangan teknis seperti: ngambing guling) kirimin aja ide kalian lewat kotak komentar/form kontak/email PPIA. Ditunggu kehadiran kalian semua Juli nanti dengan film yang pastinya lebih x-rated high-rated! ;p Schönes (vielleicht nicht so...) Wochenende!