/* Whatsapp css setting */ .tist{background:#35BA47; color:#fff; padding:2px 6px; border-radius:3px;} a.tist:hover{color:#fff !important;
Showing posts with label By: Yusfan. Show all posts
Showing posts with label By: Yusfan. Show all posts

Tuesday, 24 March 2015

What We Learned from the Movie Night (March 2015)



by Yusfan Adeputra


Malam Minggu malam yang panjangMalam yang asyik buat pacaran...

Sepenggal lagu Jamal Mirdad ini kayaknya ga berlaku deh buat kita-kita yang malam Minggu kemaren (21/3) menghabiskan waktu dengan komunitas MoViennachters.

Ini merupakan salah satu program PPI tahun ini sebagai ajang hiburan sekaligus kumpul-kenal (silaturahim) antar pelajar-pemuda seantero Austria. Harapannya juga dari konten yang diputar, bisa kita petik pelajaran di dalamnya.

Nah, yang kemarin itu acaranya diadakan mulai jam 4 sore sampai 8 malam di Ruang Nusantara KBRI dengan mengundang elemen pemuda dan pelajar seantero Austria. Film yang diputar sebenarnya adalah Whiplash. Nah menariknya, saat projector and sound testing, panitia muterin film Penguins of Madagascar. Eh, malah penonton yang hadir berseru 'diterusin aja filmnya' karena kelucuan penguin-penguin itu ternyata menghadirkan canda tawa penonton. Walhasil, Film Penguins pun diputar hingga selesai jam 6 pm.



Saat break, panitia sedikit menghaturkan sepatah kata tentang acara sekaligus menjadi ajang perkenalan bagi penonton yang hadir. Kemudian acara pun dilanjutkan dengan pemutaran film inti yaitu Whiplash. Tak dinyana, saat pemutaran film berlangsung semakin banyak penonton yang datang turut meramaikan.


Film Whiplash sendiri dipilih karena terdapat beberapa pesan moral bagi kita utamanya untuk terus bekerja keras demi menggapai cita-cita. Seperti katanya opa Collin Powell, 'A dream doesn't become reality through magic, it takes sweat, determination and hard work'.


Nah kawan, tunggu kabar pemutaran film berikutnya ya. Pastinya akan lebih seru. Kami tunggu...

Kunjungan ketua Mahkamah Konstitusi ke Wina

by Yusfan Adeputra


 
Senin malam (23/3), dinginnya Wina dihangatkan dengan acara diskusi dengan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Arief Hidayat, SH, MS. Diskusi ini sendiri diadakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia dengan mengundang beberapa perwakilan WNI di Austria.

Tampak hadir yaitu dari WNI yang bekerja di UN, IAEA, OFID, perwakilan komunitas warga seperti dari Wapena, KKIA dan tentunya PPI Austria. Acara ini diawali dengan ramah tamah dan makan malam bersama dan dibuka oleh Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia, Bapak Rahmat Budiman.

Dalam sambutannya, Prof. Arief menjelaskan kunjungannya kali ini didampingi Sekjen MK dan beberapa staf adalah untuk menjajaki kerjasama dengan MK Austria. Kerjasama ini didasarkan pada beberapa kesamaan sistem hukum yang sama antara Indonesia dan Austria. Harapannya dengan kerjasama ini penguatan hukum di internal maupun eksternal masing-masing negara bisa semakin kuat.



Kesempatan ini pula dimanfaatkan bagi para undangan yang hadir untuk berdiskusi lebih dekat dengan Ketua MK yang baru terpilih secara aklamasi ini. Beberapa isu utamanya yang berkaitan dengan usaha penegakan hukum ditanyakan audiens.

Isu yang berkaitan dengan pra peradilan yang sedang top hit, isu penyerapan modal luar negeri, sampai pada menurunnya optimisme pemuda pada penegakan hukum di Indoensia berusaha dijelaskan dengan gamblang oleh Guru Besar yang juga mantan dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini.



Sebenanya masih banyak pertanyaan yang ingin diajukan oleh audiens namun karena terkendala waktu yang semakin larut maka acara ditutup oleh Bapak Dubes dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

(sumber foto: KBRI Wina)