Friday, 9 February 2018


PPI Austria 2018

PhD Story : Dr.mont. Andy Yahya Al Hakim
Foto setelah Rigorosum (Defense, 2017)

Hallo Mas Andy, sebelumnya kami mengucapkan selamat atas keberhasilan mas Andy dalam menyelesaikan pendidikan S3 di Chair of Geology and Economic Geology Montanuniversität Leoben, Austria.

 

Apakah boleh diceritakan, bagaimana proses awal saat memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Austria?

Terima kasih untuk ucapannya. Tahun 2013, saya mulai mendapat informasi bahwa ada kesempatan doktorat di Austria melalui beasiswa OeAD (saat itu beasiswa bernama Technology grants, sekarang bernama Ernst Mach). Saya berniat untuk mencoba saja, karena aplikasi saya di Jepang, Australia dan Kanada ternyata belum bersambut (tidak lolos seleksi, tidak ada dana, dsb).

 

Saya coba mencari Profesor di Austria yang mempunyai bidang keahlian yang mirip dan memulai perkenalan via email. Saat itu belum ada lulusan di bidang saya yang studi di jurusan itu, sehingga saya memulai komunikasinya dari awal. Alhamdulillah saya bertemu dengan Prof Frank Melcher, yang menyambut proposal saya dengan positif. Saya bersyukur bisa diterima di Montanuniversitaet Leoben karena sekolah ini adalah salah satu sekolah tambang yang terkenal di dunia dan mempunyai laboratorium yang mutakhir.

 

Proses seleksi dan aplikasi visa+residence permit berjalan hampir 1,5 tahun (pertengahan 2013),  akhirnya saya tiba di Austria pada 31 Januari 2015.

 
 Fieldtrip di Abisko, Swedia (2017)
Setelah tiba di Austria, bagaimana cara mas Andy beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dan lingkungan akademik?

Pertama-tama saya beradaptasi dengan cuaca, karena saat itu saya datang di musim dingin, dan salju di Leoben sangat tebal (saya datang hari Minggu, akhir Januari 2015 dan salju di jalanan ketika saya datang dari Hbf menuju wohnung pertama mencapai  30 cm).

 

Kedua saya coba mempelajari budayanya. Di jurusan saya, tiap hari selalu ada waktu untuk minum kopi (atau teh) bersama tiap jam 10 pagi. Semua anggota di jurusan (Profesor, mahasiswa dan laboran) diharapkan untuk bisa datang. Topik obrolannya santai, kadang-kadang mahasiswa S3 juga ngobrol tentang risetnya disana.  Karena obrolannya umumnya dalam bahasa Jerman (dan dialek Steiermark atau Steirisch), saya bertekad untuk bisa memahami apa yang mereka bicarakan.

 

Selama 1,5 tahun pertama, saya mengambil kursus Jerman hingga level B1. Setelah lulus, saya mulai sedikit paham apa yang mereka bicarakan tiap hari di jam ngopi dan mulai untuk tidak pasif dan nimbrung ngobrol di “round table” itu. Saya salut karena orang-orang disini mau mendengarkan sampai kalimat selesai dan mengoreksi gramatik saya ketika saya kesulitan menemukan bahasa Jerman yang sesuai. Saya sering mencampur bahasa Jerman dengan Inggris, kemudian mereka membantu menerjemahkan dalam bahasa Jerman, sehingga saya jadi belajar banyak dengan metode tersebut.

Setelah beberapa waktu, akhirnya di akhir tingkat 2 hingga lulus, saya mulai beranikan untuk bimbingan dengan Prof dalam bahasa Jerman. Kalau saya dan Prof sama-sama bingung, ya kita lanjutkan dalam bahasa Inggris.  Hehehe.

 

Untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik, saya diberikan waktu selama 6 bulan pertama untuk bekerja mandiri dan menulis proposal tentang penelitian saya, sambil pembimbing saya melihat kinerja saya selama itu. Saya mengambil kuliah secepat mungkin di 1,5 tahun pertama supaya di tahun kedua dan ketiga saya bisa melakukan hal lain.

 

Apa saja hal-hal yang harus dimanfaatkan  seorang PhD student terutama saat menjalani pendidikan di Austria?

Yang harus dimanfaatkan sebagai PhD student adalah: STATUS MAHASISWA. Menurut saya itu yang sangat berharga, karena banyak sekali kesempatan untuk meng-apply beasiswa tambahan (misalkan travel grant, research grant, Bernd Rode atau mobility award dari OeAD atau LPDP dst), asalkan kita masih berstatus mahasiswa.

Selama 3 tahun masa studi saya, yang saya ingat saya mengirim 8 proposal:

  1. 3x ke Society of Economic Geology,
  2. 1x Bernd Rode Award,
  3. 1x travel grant OeAD, kerjasama Montan dengan ITB untuk berkunjung ke Indonesia dan pengambilan data,
  4. 1x travel grant ke Kanada oleh Society of Geology Applied for Mineral Deposits,
  5. 1x travel grant untuk datang ke Wina dari European Geochemistry Union,
  6. 1x research grant LPDP

Alhamdulillah, dari semua proposal, hanya 2 proposal yang disetujui (travel grant ke Kanada dan ke Indonesia). Tapi berkat kegagalan itu, saya jadi terbiasa muter lagu dangdutnya Meggie Z, “jatuh bangun”. 

 

Apa saja tantangan sebagai seorang PhD student?

Bekerja secara mandiri kadang-kadang membuat kita terlena. “Aaah, hari ini tidak usah ke kampus, kerja di rumah saja”, atau, “Minggu depan saja nge-lab-nya, sekarang baca paper dulu”. Pengalaman saya, kalau kita tidak mempunyai rencana apa yang mau kita lakukan, waktu kita akan habis pada “surfing” dan “save as” jurnal saja.

 

Sebisa mungkin sesuaikan antara jadwal “ngantor”kita dengan rekan yang lain. Kalau mereka masuk 40 jam seminggu, ya kita ikut saja seperti mereka, supaya ketika kesusahan kita bisa bertanya pada teman atau professor. Mahasiswa doktorat sering merasa sendiri karena topik antara yang sangat unik dan berbeda dengan mahasiswa lain. Di saat seperti itu, kita harus tetap berkomunikasi dengan dengan yang lain.

 

Kedua, perjalanan studi itu ibarat lari marathon, bukan lari sprint. Kalau kita genjot dan keluarkan semua tenaga tanpa perhitungan, terus loyo di tahun berikutnya, kan tidak ada artinya. Saya bagi beban doktorat dalam 3 tahun itu, supaya tidak over stress di tahun terakhir. Punyai hobi itu sangat penting, karena itu akan membuat kita relax. Saya selalu mempunyai waktu untuk bersepeda dan naik gunung di weekend, sehingga hari Senin sudah fit lagi. Ketika sedang suntuk, saya biasanya blogging di andyyahya.com, kadang juga mengisi artikel di anakbertanya.com.

 

Pernahkah mas Andy merasa berada di titik terendah selama menjalani peran sebagai mahasiswa?

Wah, sudah seperti roller coaster, seperti yang saya bilang naik turun itu sudah biasa. Saya ceritakan tidak enaknya saja ya.

 

Contohnya semasa kuliah sarjana, saya diamanahi menjadi ketua himpunan mahasiswa tambang (HMT ITB). Ketika itu saya akan melantik mahasiswa angkatan baru dan semua jadwal sudah saya sampaikan kepada ketua program studi. karena oknum dosen jurusan lain yang melaporkan bahwa terjadi Ospek dan mahasiswa sedang long march di Jl Cisitu (Bandung). Walaupun acara berjalan aman, saya tetap harus disidang di Fakultas dan diturunkan sebagai ketua himpunan sebelum masa habisnya periode yang kurang 2 bulan lagi. Rasanya tidak enak sekali mendapat hukuman padahal semua sudah dikomunikasikan dan direncanakan dengan matang.

 

Saat studi doktorat, saya sempat di bawah ketika saya tahu bahwa ada 2 orang lain selain saya yang sedang melakukan riset di tempat yang sama dengan metode (yang dulu saya asumsikan) sama. Akhirnya saya bingung dan bertanya kepada pembimbing saya, apa perlu saya ganti topik? Tidak usah kata beliau. Saya diminta untuk berkomunikasi dengan yang lain, dan meminta untuk membagi 1 potong roti sama rata. Tiap orang mengambil jatah rotinya sendiri-sendiri.  Ternyata semuanya berjalan dengan lancar. 2 dari 3 tersebut akhirnya lulus dan tidak ada masalah hingga saat ini.

 

Bagaimana cara mas Andy membagi waktu antara tanggungjawab keluarga dan tanggungjawab akademis?

Keluarga saya datang ketika saya sudah menjomblo selama 7 bulan dan anak saya berumur 1 tahun.  Karena keluarga sudah datang sejak awal, mereka akhirnya tahu rutinitas dan kepenatan seorang mahasiswa doktorat.

 

Saya sepakat dengan istri, Senin hingga Jumat dari jam 8 hingga 17 atau 18 malam itu saya fokuskan untuk riset, sedangkan malam hari dan weekend saya habiskan bersama keluarga. Apa tidak lembur? Saya hanya akan lembur kalau sedang perlu, ketika anak istri sudah tidur. Kalau perlu lembur di saat mereka sedang terbangun, saya permisi dulu supaya tidak “dikacangin”. Semua saya komunikasikan, karena saya percaya, kesuksesan apapun dimulai dari komunikasi yang baik.

 
Berfoto bersama Keluarga Tercinta di Dolomiten, Italy (2016)


Apa saja tantangan sebagai seorang PhD student yang membawa keluarganya?

Yang palung utama jelas dana, karena di dalam komponen beasiswa saya tidak ada anggaran keluarga. Uang beasiswa selama ini alhamdulillah cukup untuk saya dan istri-anak saya, karena biaya hidup di Leoben yang tidak terlampau mahal dibanding kota lain. Fyi, kami tidak mendapat bantuan dari Indonesia karena saya belum berstatus PNS, dan tidak ada tunjangan dari asuransi (GKK) atau Finanzamt.  Sebenarnya sempat mendapat tunjangan selama 4 bulan, tapi di penghujung setelah saya lulus saya harus mengembalikan tunjangan tersebut (1,5 bulan) karena ada kewajiban untuk mengecekkan anak di umur-umur tertentu, dan kami baru tahu di akhir-akhir. Alhamdulillah istri saya bisa mensyukuri dan sabar, hidup bertiga dengan satu beasiswa itu gampang-gampang susah. Kami tidak menyesal tidak bisa banyak berjalan-jalan seperti yang lain, karena ternyata bahagia itu ketika kita bersyukur dengan apa yang kita punyai saat itu.

 

Boleh cerita tentang risetnya sedikit dan apa harapan mas Andy terkait riset tersebut bagi Indonesia?

Saya meneliti tentang potensi emas di dekat Toraja, Sulawesi Selatan (deposit Awak Mas dan Salu Bullo). Saya mengumpulkan sampel batuan dari singkapan (sebutan untuk batuan yang tersingkap di permukaan) dan hasil pemboran untuk diteliti secara mineralogi dan geokimia. Batuan tersebut dipotong dan dibuat sayatan tipis dan/atau poles untuk diamati dengan mikroskop optik dan elektron. Pengamatan ini bertujuan untuk menentukan jenis mineral, rumus kimia dari berbagai mineral silikat, sulfida dan karbonat, dsb. Batuan juga digerus dan dilarutkan untuk dilihat komposisi kimianya (major-trace-minor elements, stabil isotop), serta menentukan kondisi (temperatur, tekanan, waktu) terbentuknya urat emas.

 

Tipe endapan emas yang berada di Toraja ini sangat unik karena berbeda dengan tipe endapan lainnya di Indonesia. Umumnya endapan emas di Indonesia berada di zona bertumbukan dua lempeng dan di zona aktif (misalkan di sepanjang pesisir Sumatera dan Jawa) dan berdekatan dengan gunung berapi yang aktif. Endapan emas di Toraja tidak berhubungan dengan gunung berapi dan berada di komplek batuan metamorf. Karena keterdapatan tipe endapan emas tipe ini (emas tipe orogenik) sangat jarang dijumpai di Indonesia, maka saya berharap riset ini bisa menambah khasanah ilmu pengetahuan, terutama bidang geologi dan eksplorasi. Selain itu, riset tentang mineralogi sangat sedikit karena terbatasnya dana dan alat. Saya berharap ke depan peralatan yang mahal-mahal itu (umumnya mikroskop elektron – EMPA) bisa ada di Indonesia.
Mendulang Emas bersama-sama Masyarakat Suku Dayak di Long Apari, Kab Mahakam Ulu, Kaltim (2014)

Pesan untuk teman-teman yang masih dalam proses menjalani pendidikan?

Professor saya pernah bilang seperti ini ketika dia mengakhiri kuliah umumnya di Quebec City September lalu: „there is always a light at the end of tunnel“. Di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Draft disertasi selalu terlihat sampah, tapi kalau dipoles terus menerus, pasti akan jadi buku yang berkualitas. Dijalani saja semua fase nya dengan sabar, karena teman-teman PhD kita pun merasakan yang sama. Sekarang bersusah-susah dulu, nanti kalau sudah tiba waktunya, pasti terasa indah.

 
Pembicara BRKD Tahun 2016 Yang diorganisir oleh PPI Austria


Oh ya, ini juga yang tidak kalah pentingnya. Walaupun kita sudah merencanakan sesuatu dengan teratur, kita tetap harus fleksibel dan “nurut “dengan pemimbing kita. Pembimbing kita yang bisa melihat progress dan menunjukkan kita ke arah yang benar. Ada progress maupun tidak, tetap usahakan untuk meng-update perkembangan riset dengan pembimbing.

 

Terimakasih mas Andy telah meluangkan waktu untuk PPI Austria.

Sama-sama, sukses selalu untuk PPI Austria.

 

Salam.

Saturday, 2 January 2016

Video Pendek: Kenal Lebih Dekat Ketua PPI Austria 2015

Kepengurusan PPI Austria 2015 telah berakhir dan kami ingin mempersembahkan video pendek (sebagai teaser untuk video pendek lainnya, hehe) tentang ketua kami ini yang bernama Miss Syifa Nurhanifah. Apa yang membuatnya tertarik untuk kuliah di luar negeri? Bagaimana ia menghadapi tantangan untuk menggapai impiannya? Dan apa motto hidupnya?

Cari tahu yuk :)

Terima kasih ibu Ketua atas kerja kerasnya membangun PPI Austria selama setahun ini. Sukses terus untuk PPI Austria!



Berita Kelulusan: Fainan Failamani

Selamat kepada Fainan Failamani yang telah lulus dari Program Phd Kimia University of Vienna yang telah ia tekuni dari tahun 2012. Dissertation defence-nya diadakan pada 14 Oktober 2015 dengan tema "Nanoscale Thermoelectric Materials". Informasi tentang programnya dapat dibaca melalu link berikut ini: http://ppiaustria.blogspot.co.at/2015/07/phd-story-fainan-failamani-kimia-uniwien.html

Berikut adalah video pendek tentang keinginannya kuliah di luar negeri, motivasinya dan pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada murid-murid di Indonesia. 

Farewell Fainan Failamani, semoga sukses di Indonesia dan ilmunya dapat bermanfaat untuk bangsa Indonesia.


Aquarius, Gunung Besi dan Leoben

by Andy Yahya Al Hakim

Tiga orang berjalan di pinggir sungai untuk menangkap ikan. Di tengah perjalanan, mereka menemukan ikan yang sedang terperangkap dalam jebakan ikan. Mereka melepaskannya, dan tiba-tiba ikan itu berubah menjadi Aquarius, Dewa(i) Hujan. Aquarius berjanji akan mengabulkan tiga permintaan untuk ketiga orang itu. Mereka harus memilih, emas untuk  10 tahun, perak untuk 100 tahun dan besi untuk selamanya. Aquarius pun mengarahkan telunjuknya ke sebuah gunung, dan seketika jadilah gunung itu menjadi gunung emas, gunung perak dan gunung besi.




Aquarius dan kereta tambang. Lukisan Aquarius banyak dijumpai di antara kota Vordernberg dan kota Eisenerz 

Orang pertama memilih gunung emas, dan dalam waktu singkat dia menjadi orang kaya dan bergelimang harta dan anggur, akhirnya dia meninggal tidak lama setelah itu. Orang kedua mengalami nasib yang sama, bergelimang harta sehingga akhirnya dia harus kembali bekerja. Berbeda dengan orang ketiga, dimana dia yang memilih gunung besi memang harus berupaya berat di awal masa kerjanya, namun akhirnya dia dan keturunannya mendapatkan hasil yang banyak hingga saat ini. Dan, gunung besi itu bernama Erzberg (erz=bijih, dari bahasa Inggris "ore" , dan berg=gunung). Gunung itu terletak di kota Eisenerz (eisen=besi, erz=bijih), yang terletak 30 km di Utara di kota Leoben, tempat saya tinggal.


Legenda Aquarius (abaikan jumlah orang yang banyak di lukisan tersebut :D). Foto diambil di Prabichl, salah satu tempat terbaik untuk ski di Austria  

Erzberg merupakan tambang besi open pit terbesar di Eropa Tengah, dan sudah ditambang sejak jaman Romawi. Tambang ini juga merupakan asal mula berdirinya pabrik peleburan besi "voestalpine" (serupa dengan Krakatau Steel namun milik Austria), yang menjadi cikal bakal Montanuniversität Leoben yang dibangun pada tahun 1830. Pabrik pengolahannya berada di Donawitz, yang berjarak hanya 10 menit dari kampus Montan. Karena Erzberg inilah, kota Leoben menjadi cikal bakal kampus pertambangan dengan reputasi yang sangat baik.
Montan, merupakan kampus yang memiliki tradisi yang sangat kuat di bidang geologi, pertambangan dan perminyakan. Glück Auf adalah salam yang diucapkan hampir di semua negara berbahasa Jerman, ketika dua orang penambang bertemu, dengan harapan mereka akan mendapatkan hasil tambang yang banyak di hari itu. Glück Auf juga tertulis di bangunan utama kampus, dimana hingga saat ini, budaya Leder Sprung dan Philistrierung masih dijalankan.


Logo di gedung utama Montanuniversität Leoben ( oehontour.tumblr.com)
Leder Sprung adalah seremoni penambang jaman dahulu, dimana mereka harus melompati sebuah bendera kulit, sebagai tanda solidaritas sesama pekerja tambang ketika mereka direkrut dalam sebuah komunitas tambang. Mereka mengenakan Berg Kittel, sebuah setelan baju berwarna hitam, pakaian pekerja tambang abad 18 dulu. Di Leoben sendiri, mahasiswa masih menggunakannya untuk mengikuti beberapa ujian, terutama jika ujiannya lisan maupun ujian akhir kelulusan. Setelah kelulusan, mahasiswa Leoben melakukan seremoni menyanyikan lagu-lagu pekerja tambang jaman dulu, sambil mahasiswa yang lulus, diangkat oleh dua orang teman dekatnya, kemudian orang ketiga men-"jedug-jedug" kan punggung mahasiswa yang lulus tersebut ke sebuah papan besi di bawah tulisan Glück Auf. Setelah itu, mahasiswa diarak ke tengah kota dengan iring-iringan pemusik dan diarak di atas kuda sampai hauptplatz, kemudian si wisudawan harus berorasi sambil memeluk patung Bergmann, kemudian melompat dari patung itu ke kolam.

Budaya ini juga saya alami ketika saya lulus sarjana dari Bandung, istilahnya adalah penon-him-an.


Leder sprung juga dilakukan pada saat penganugerahan gelar Profesor di Leoben (www.kleinezeitung.at)


Philistrierung di gerbang depan gedung utama Montan (http://diepresse.com/)


Bergparade atau parade tambang, memperingati ulang tahun Montanuniversität Leoben pada Oktober 2015lalu (www.leoben.at)


Yang betul patung Bergmann nya dipeluk, bukan dinaiki. Lokasi: Hauptplatz Leoben www.corpserz.at


Hauptplatz Leoben menyambut perayaan Natal dan tahun baru (http://www.simskultur.net/)

Kampus ini diinisasi oleh Kaisar Erzherzog-Johann, seorang Kaisar yang menjabat di Provinsi Styria. Kaisar ini sangat mencintai ilmu pengetahuan, sehingga disaat dia menjabat, dia membuat kampus Montan di Leoben dan TU Graz. Patung dari Kaisar ini bisa dilihat di Hauptplatz kota Graz, dimana patungnya diapit oleh empat patung lain. Empat patung tersebut menggambarkan empat sungai besar yang melintasi provinsi Styria, yaitu sungai Mur, sungai Drau, sungai Enns, dan sungai Sann.







Atas: patung Erzherzog-Johann dikelilingi 4 patung lain
Bawah: Berturut-turut (Drau, Mur, Enns, Sann) http://austria-forum.org/
Dan, untuk menutup sejarah Leoben ini, saya ucapkan 
Glück Auf


Andy Yahya Al Hakim
Penulis adalah mahasiswa Doktorat bidang Geologi di Montanuniversität Leoben sejak 2015 yang lalu. Penulis mempunyai hobi beraktivitas di alam dengan bersepeda dan aktif menulis di blog edukasi andyyahya.com dan anakbertanya.com





Apa itu Adventskalender?

by Sri Yuliyanti

Di Austria dan negara- negara mayoritas Kristen, mempunyai tradisi menarik dalam menyambut hari Natal, yaitu dengan adanya Adventskalender. Adventskalender ini bukan kalender biasa, karena memiliki cerita, makna dan tujuan di dalamnya. Waktunya dimulai dari hari pertama bulan Desember sampai malam Natal. Sementara itu, dapat menjadi hiasan yang indah di dalam rumah menyambut hari Natal.

Apa itu Adventskalender?




Adventskalender adalah kalender yang berbeda, tidak seperti kalender pada umumnya, karena memiliki fungsi tertentu. Fungsi utamanya adalah untuk menghitung hari yang di mulai pada awal bulan Desember menuju hari Natal. Peran lainnya yaitu  menciptakan suasana meriah di dalam rumah untuk penyambuatan hari Natal.  

Biasanya Advent dimulai pada tanggal 1 Desember, tetapi ada alternatif lain, yaitu paling cepat dimulai pada tanggal 27 November dan paling lambat tanggal 3 Desember. Di negara berbahasa Jerman hampir semua anak- anak mendapatkan hadiah Adventskalender dari orang tersayang. Bukan hanya anak- anak saja loh yang punya Advents, orang dewasa pun gak mau ketinggalan. Setiap hari pemilik Adventskalender akan mendapat hadiah dan sebelum itu mereka harus mencari nomer urut kalender  yang di pasang dengan tidak beraturan . hihi….!!!




Awalnya Adventskalender diciptakan oleh kelompok Lutheran Jerman, karena malam Natal adalah hari yang sangat penting dalam kalender agama Kristen. Keberadaan Advents dimulai sejak abad ke-19. Pada awalnya Advents tidak lebih dari alat penggitung mundur menuju hari Natal, yang di gantung pada pintu. Kemudian mulailah  beberapa orang menyalakan lilin setiap hari sampai hari Natal. Setiap abadnya, Adventskalender mengalami banyak perubahan, hingga saat ini berkembang ide- ide baru, sampai dengan terciptanya Adventskalender modern.


Tahun depan, bagi yang tertarik dengan Advenstkalender, untuk mendapatkannya mudah sekali, salah satunya banyak dijual di Supermarket atau bisa juga dengan membuatnya  sendiri. Jika membuat sendiri, kelebihannya yaitu akan terlihat lebih menarik , karena dibuat sesuai selera baik tampilan maupun hadiah di dalamnya. Seruuuuuuu…!!







Tuesday, 29 December 2015

Christkindlemarkt: All you need to know

by. NCS

(c): salzburger Nachrichten
Buat kita yang sudah lebih dari setahun tinggal di Austria pasti nggak asing dengan Christkindlemarkt/Adventsmarkt/Weihnachtsmarkt. Christkindlemarkt identik dengan beberapa "standl" yang dihiasi dengan pohon pinus dengan aneka hiasan natal dan lampu yang benderang, dan pasar ini biasa ditemui di setiap sudut kota-kota di Austria. Cantik banget! 



Bagaimana awal mula Christkindlemarkt?
Christkindlemarkt pertama dimulai pada abad ke-14, tujuan utamanya adalah menyediakan keperluan-keperluan untuk musim dingin dan untuk memberikan sedikit penerangan pada waktu gelap yang panjang di musim dingin.  Kemungkinan besar pasar natal besar pertama diselenggarakan di Munich pada tahun 1310.

Berapa lama berlangsungnya Christkindlemarkt?
Setiap daerah memiliki jadwal yang berbeda-beda. Pasar natal di kota-kota besar di Jerman maupun Austria biasanya di mulai pada minggu akhir bulan November hingga 1 atau 2 hari sebelum hari natal. Di pedesaan atau kota-kota kecil, penyelenggaraan pasar natal biasanya lebih pendek, ada yang hanya setiap akhir pekan, ada juga yang hanya satu atau dua minggu. 

Produk apa saja yang dijual di Christkindlemarkt?
Pada awalnya, produk yang ditemukan di pasar natal adalah kebutuhan sehari-hari (contoh:daging dan keju), kebutuhan musim dingin (contoh: jaket, syal, sarung tangan, tudung kepala, dsb), mainan anak-anak, dan gula-gula. Saat ini, produk yang dipasarkan lebih beragam, termasuk dekorasi natal, karya seni lokal maupun impor, dsb.

Tradisi apa yang dilakukan saat mengunjungi Christkindlemarkt?
Tradisi umum yang biasa ditemui di setiap pasar natal di Austria adalah minum Glühwein (wine yang dimasak dengan cengkeh, daun pekak, kayu manis, dll dan disajikan selagi panas), Punsch (campuran arak, gula, lemon, teh, air dan bumbu-bumbuan), Punsch biasanya mengandung kadar alkohol, tetapi saat ini Punsch tanpa alkohol banyak ditemukan di setiap stan di pasar natal, ada juga minuman lain seperti Apfelmost dan Weihnachtsbock. Selain minum Glühwein, tradisi lainnya adalah makan sosis yang biasanya disugukan dengan kren dan semmelbrot.

Christkindlemarkt in Salzburg
(c): stadt-salzburg.at


Christkindlemarkt in Wein
(c): wiennews.com
Christkindlemarkt in Innsbruck
(c): blogtirol.at
Christkindlemarkt in Klagenfurt
(c): visitklagenfurt.at
Christkindlemarkt in Graz
(c): graztourismus.at

Monday, 28 December 2015

Healthy New Year's Resolutions

by: NCS

"What are my new year's resolutions?" Pertanyaan yang biasa datang pada penghujung tahun, mungkin nggak semua teman-teman PPIA membuat list resolusi untuk menyambut tahun baru, tapi percaya atau nggak, resolusi-resolusi ini berguna banget sebagai spirit booster. Berikut ide-ide umum yang mungkin bisa ditambahkan ke list resolusi 2016 teman-teman:


1. Healthy-eating Resolution.
Makan makanan yang sehat itu hukumnya kudu! "Menjaga lebih baik daripada mengobati" seperti kata pepatah. Apalagi teman-teman PPIA yang saat ini jauh dari keluarga, kalau lagi sakit di tanah rantau itu rasa sakitnya double, sendiri sakit dan merindunya, tsah!. So lebih baik menanamkan pola makan yang sehat. Nggak perlu yang aneh-aneh dan super mahal, sehat itu murah kalau kita bijak dalam memilih produk makanan. Biasakan sarapan-makan siang-makan malam yang teratur, apalagi kalau mau menurunkan berat badan, makanlah lebih sering dengan porsi yang kecil. Perbanyak konsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan serta banyak minum air putih. Tidak kalah penting untuk memahami jenis-jenis asupan yang bisa dan tidak bisa kita konsumsi (alergi). 

2. Be Positive
"Aduh bisa nggak ya? coba nggak ya? Ah pasti ntar gagal juga!" nope! nope! Jangan biarkan kosakata negatif ikut menginjakkan kaki di 2016. Life is easier when you think positive! bukan berarti menganggap remeh masalah atau cobaan yang datang, tetapi belajar melihat sisi positif dari setiap hal yang terjadi. Temannya berfikir positif adalah bersyukur, dimana dan dalam kondisi apapun juga! Terapi ringan kalau lagi kesel atau ada masalah misal: "inhale-exhale then smile", shalat, meditasi, yoga apapun yang bisa bikin kamu relaks dan mengisi energi positif dalam diri kamu. 

3. Stop Smoking
Why? It is because you invest your money wrongly! Daripada buat beli rokok mending uangnya buat nyicil rumah idaman, buat liburan, buat emak dan babe naik haji, buat disedekahin, nabung buat nikah, atau buat apapun itu yang lebih bermanfaat. You know lah merokok itu berbahaya untuk kesehatan; berbahaya untukmu dan si dia. Jadi klo di tahun 2015 kamu masih ngerokok, just give it up dan tinggalkan kan dia! ;D "Di dalam tubuh yang sehat terdapat otot!"

4. Do Sport
Nggak usah muluk-muluk lah, kalau memang sibuk dan nggak punya waktu seenggaknya sempatin diri buat jalan minimal 2km/hari, naik/turun tangga apartemen, atau goesgoes sepeda ke kampus, belanja, atau kemanapun. Mau olahraga tapi malas ke tempat fitness? (baca: malas bayar :D ), bisa di rumah juga kok olahraganya, bisa pake instruktur gratisan dari Youtube, atau install apps2 sport yang gratisan, banyak kok! salah satunya Seven (saya pake itu soalnya :D).

5. Stay more Offline than Online
How long do you stay online per day? Ayook ngaku!;) Online nggak masalah, tapi stay in touch offline juga penting banget! Buat yang addict banget mungkin bisa dimulai dengan 'no phone while talking' action jadi klo lagi ngumpul atau ketemu temen smartphone nya di nonaktifkan dulu. Kalau mau lebih berani put on your 2016 Resolution lists "free-gadget day". Kalau nggak sungkan nyapa orang and ngirim smiley emotikon online, bisa juga donk yah nyapa orang offline, means sempetin setiap harinya untuk menyapa atau memberi senyum kepada min. 2 orang yang kamu nggak kenal, trust me it is good for your mental health :)

6. Traveling Solo
Buat yang belum pernah nyoba traveling solo, next year you should try it (especially for the girls)! why? It makes you fearless and more confident in your abilities to figure things out on your own. Disamping juga membantu untuk mengenal diri kita lebih mendalam. Traveling solo gives you the time you need to slow down, reflect and spend that quality time with yourself that you may often miss when you're caught up in the daily activities back home.

7. Be a Volunteer
Selain upaya yang memfokuskan diri sendiri, kebahagiaan dapat kita peroleh dengan menolong orang lain, ungkap Peter Kanaris, PhD, seorang kordinator asosiasi Psikologi di New York. And guess what? Happiness is good for your health. Banyak contoh dalam hal menolong orang lain, misal menjadi sukarelawan kegiatan sosial atau keagamaan, tandem partner, donasi, dsb. 


8. Get more sleep
Bukan alasan tugas kantor, tesis atau disertasi menjadi penghalang waktu tidur kita. Disamping riset ilmiah membuktikan kalau tidur yang cukup mempengaruhi mood dan tampilan fisik kita. But sleep is more beneficial to your health than you might realize, salah satunya dapat memperkuat daya ingat. Kurang tidur menjadi salah satu penyebab penyakit obesitas dan diabetes tipe 2. So, masih mau ngurangin asupan tidur? ;D

9. Be Eco-friendly
Pasti teman-teman nyimak berita global mengenai kerusakan lingkungan kan? Mungkin di Eropa kita kurang bisa merasakan, tetapi saat kita berlibur ke negara lain atau kembali ke tanah air kita bisa secara langsung merasakan dampaknya, banjir di kala musim hujan, dan kemarau dan bencana asap di kala musim panas. So, nggak salah kalau sedini mungkin kita menerapkan pola ramah lingkungan yang nantinya bisa kita tularkan ke orang-orang terdekat kita. Contoh sikap ramah lingkungan, misal menghemat penggunaan air dan listrik, biasakan menggunakan transportasi masal (yang ramah lingkungan) atau sepeda saat bepergian, membeli produk konsumsi buatan lokal, menanam pohon, memisahkan sampah, dsb. 

10. Investment
Mulai susun rencana jangka panjangmu, pilih jenis investasi apa yang sesuai dan tepat dengan future plans kamu. Investasi di sektor properti (misal kredit rumah), investasi saham, reksa dana, dsb. Ataupun memanfaatkan tehnologi komunikasi dan informasi untuk memulai bisnis. Think "out of box and be creative", memaksimalkan hobi seperti menulis buku, fotografi, belajar menjahit, dan apapun itu juga merupakan jenis investasi tidak langsung yang berguna kelak dikemudian hari.
So, are you ready for 2016? :)




Sumber:
http://www.health.com/health/gallery/0,,20452233_10,00.html
http://www.huffingtonpost.com/jaimee-ratliff/why-you-should-travel-solo-at-least-once_b_6365624.html
http://www.conserve-energy-future.com/15-easy-ways-to-become-environmentally-friendly.php